The more rapidly developing world, including Indonesia. Indonesian nation's progress can not be separated from the influence of the development of science and technology. Almost all people feel the impact. However, not all the effects of the development of science and
technology was positive, there are many negative effects are also
apparent harm the public and undermine the natural life in Indonesia.
Before discussing the negative impact, we need to realize that science and technology has also had a positive impact for us. Here is the positive impact of the development of science and technology for Indonesia: Internet network that facilitates communication and become a news media that is easily accessible to all.The discovery of drugs to treat various types of diseases. Development of increasingly advanced and could be a shortage of work for the human resources.
To produce various kinds of things that follow the development of the modern era, of course, there must be sacrificed. But if we continue to sacrifice something on a regular basis certainly can not be called good. Moreover, if we sacrifice is the preservation of nature. But man does not live on the cutting-edge technology, but also from nature. These are the negative impacts of the development of science and technology on society and the natural Indonesia:
Misuse of technology to commit fraud and crime.Technologically often make people complacent and ignore the surroundings, like the slogan: a much closer and keep close. Forest fires that destroy habitat for living creatures and the smoke may contaminate the surrounding air. Air pollution is clearly a negative impact on human health. Global warming (global warming) generated from industrial waste gases
such as carbon dioxide released into the sky to destroy the ozone layer.
Of the many advances we feel, there are still many negative impacts yet some of us realize. As a citizen of Indonesia, we must maintain natural ecosystems that exist in this nation. This does not mean we reject the advances of science and technology, but we have to limit everything that is not excessive. Provide space for nature in order to keep awake and sustainable.
Kamis, 22 Oktober 2015
Yogyakarta Paling Istimewa
Siapa yang tak kenal dengan Yogyakarta, yah kota sejuta budaya yang memikat. siapapun yang pernah berkunjung ke Yogyakarta pasti akan kembali. Yah, inilah kota yang penuh dengan kedamaian.
Wujud cagar budaya yang masih dipergunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu Indonesia
DIY mempunyai beragam potensi budaya, baik budaya yang tangible (fisik) maupun yang intangible (non fisik). Potensi budaya yang tangible antara lain kawasan cagar budaya dan benda cagar budaya sedangkan potensi budaya yang intangible seperti gagasan, sistem nilai atau norma, karya seni, sistem sosial atau perilaku sosial yang ada dalam masyarakat.
DIY memiliki tidak kurang dari 515 Bangunan Cagar Budaya yang tersebar di 13 Kawasan Cagar Budaya. Keberadaan aset-aset budaya peninggalan peradaban tinggi masa lampau tersebut, dengan Kraton sebagai institusi warisan adiluhung yang masih terlestari keberadaannya, merupakan embrio dan memberi spirit bagi tumbuhnya dinamika masyarakat dalam berkehidupan kebudayaan terutama dalam berseni budaya dan beradat tradisi. Selain itu, Provinsi DIY juga mempunyai 30 museum, yang dua di antaranya yaitu Museum Ullen Sentalu dan Museum Sonobudoyo diproyeksikan menjadi museum internasional
Meski sudah berdiri gedung-gedung yang tinggi. namun Yogya tetaplah Yogya yang menawarkan sejuta ketenangan. Apa saja sih yang menarik tentang Yogya? Yuk kita intip wisata alam Yogya. Yang pasti keren dan indah.
1. Pantai Ngelambor
Ganasnya ombak pantai-pantai di selatan Jogja sering kali membuat orang bergidik ngeri dan segan untuk mendekati. Ombak yang datang berkejaran dari arah lautan luas seolah berlomba menghalau agar kita tak mendekati airnya. Tak seperti pantai-pantai di sisi utara Jawa yang lebih ramah, tepian daratan yang langsung menyapa luasnya Samudera Hindia ini bukan tempat sesuai untuk menikmati asyiknya berenang di air asin atau serunya snorkeling menyaksikan keindahan panorama bawah laut bersama ikan-ikan kecil. Hingga kita terpaksa harus puas bermain air di pinggiran, di tempat buih-buih lautan mulai menghilang. Namun ketika YogYES berkunjung ke Pantai Nglambor, berenang dan snorkeling di pantai selatan yang tadinya terasa tak mungkin, nyatanya bisa dilakukan.
Trekking sekitar lima belas menit dari tempat parkir menjadi pilihan YogYES untuk mengakhiri tiga jam perjalanan terguncang-guncang di atas kendaraan. Medan yang terlalu berbahaya dengan jalanan menukik curam mengharuskan kami berjalan kaki atau menyewa jasa ojek berpengalaman daripada membawa kendaraan hingga ke dekat pantai sendirian.
Melewati celah pagar tanaman pandan laut (Pandanus tectorius), kami sampai di bibir pantai. Segerombolan anak muda dengan jaket pelampung berwarna jingga menyala lengkap dengan peralatan snorkel lainnya, terlihat antusias dan tak sabar ingin segera berenang dan menyelam di perairan dangkal. Kawasan Pantai Nglambor merupakan salah satu destinasi snorkeling di kawasan pesisir selatan Jogja yang memiliki panorama dasar laut menakjubkan dengan ragam terumbu karang dan biota laut. Ikan jenis Sergeant Major, Jambrong dan beberapa ikan kecil lainnya adalah penghuni tetap yang terlihat sering berenang bergerombol atau bermain petak umpet di celah-celah terumbu karang.
Pemandangan cantik yang tertutup ombak ini sangat dijaga oleh masyarakat sekitar Pantai Nglambor. Bahkan kawasan pantai ini merupakan daerah budidaya beberapa jenis ikan serta lokasi konservasi terumbu karang dan biota laut lainnya. Tradisi upacara sedekah laut Ngalangi pun juga dilakukan di pantai ini. "Ngalangi" dalam bahasa Jawa berarti menghalangi atau melarang. Masyarakat sekitar pantai Nglambor melarang siapapun untuk menangkap ikan di kawasan pantai kecuali sekali dalam setahun, di luar musim pemijahan ikan. Prosesi penangkapan ikan pun hanya bisa dilakukan dengan menggunakan gawar, semacam jaring dari akar pohon wawar yang dipancangkan dan dihalau bersama-sama ke laut oleh masyarakat setempat.
Seolah tak mau kalah, alam pun turut menjaga dan mempertahankan keelokan akuarium semesta ini dengan memerintahkan dua karang kura-kura raksasa untuk berpatroli menjaga pantai. Dengan gagah "Watu Kalong" dan "Watu Kuntul" menjinakkan ombak-ombak garang agar tak terlalu keras memukul bibir pantai. Keberadaan dua karang kura-kura raksasa inilah yang membuat terumbu karang Pantai Nglambor tidak rusak dihempas gelombang, sekaligus aman untuk snorkeling.
2. Pantai Drini
roma laut mulai tercium saat YogYES menyusuri jalanan mulus di pinggiran , pertanda kami semakin dekat dengan pantai. Dua jam berkendara dari Jogja terbayar lunas ketika kami tiba di Pantai Drini. Matahari belum lagi garang, masih berbaik hati melukis langit biru, menjadikannya latar untuk hamparan pasir putih. Sementara sebuah pulau karang mengapung kesepian di tengah samudera.
Pantai Drini menjadi salah satu pantai istimewa di pesisir karena sebuah pulau kecil di tengahnya, membagi pantai menjadi dua bagian. Konon di pulau tersebut banyak ditumbuhi santigi (Pemphis acidula), atau masyarakat di sini biasa menyebutnya drini. Itulah kenapa pantai dan pulau ini diberi nama drini. Bila laut sedang surut, kita bisa pergi ke pulau. Tak perlu menjadi climber untuk memanjat karang, karena tangga beton rela dipijak demi mengantar kita ke atas. Dari sini, pandangan kita bisa menyisir seluruh Pantai Drini, melihat gunungan alang-alang atap gazebo hingga deretan perahu nelayan. Semua tampak mungil, seperti miniatur bikinan kurcaci. Kini, tak ada lagi pohon drini, yang ada hanyalah pandan laut (Pandanus tectorius) memenuhi setiap jengkal tanah, berebut hidup dengan rerumputan. Saat YogYES ke sana, ada seorang bapak tua asyik nembang Jawa sambil mencari rumput untuk pakan ternak. Terdengar seperti seorang penyanyi yang diiringi musik orkestra alam. Ah, betapa damainya...
3. Pantai siung
Pantai Siung terletak di sebuah wilayah terpencil di Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya sebelah selatan kecamatan Tepus. Jaraknya sekitar 70 km dari pusat kota Yogyakarta, atau sekitar 2 jam perjalanan. Menjangkau pantai ini dengan sepeda motor atau mobil menjadi pilihan banyak orang, sebab memang sulit menemukan angkutan umum. Colt atau bis dari kota Wonosari biasanya hanya sampai ke wilayah Tepus, itupun mesti menunggu berjam-jam.
Stamina yang prima dan performa kendaraan yang baik adalah modal utama untuk bisa menjangkau pantai ini. Maklum, banyak tantangan yang mesti ditaklukkan, mulai dari tanjakan, tikungan tajam yang kadang disertai turunan hingga panas terik yang menerpa kulit saat melalui jalan yang dikelilingi perbukitan kapur dan ladang-ladang palawija. Semuanya menghadang sejak di Pathuk (kecamatan pertama di Gunung Kidul yang dijumpai) hingga pantainya.
Seolah tak ada pilihan untuk lari dari tantangan itu. Jalur Yogyakarta - Wonosari yang berlanjut ke Jalur Wonosari - Baron dan Baron - Tepus adalah jalur yang paling mudah diakses, jalan telah diaspal mulus dan sempurna. Jalur lain melalui Yogyakarta - Imogiri - Gunung Kidul memiliki tantangan yang lebih berat karena banyak jalan yang berlubang, sementara jalur Wonogiri - Gunung Kidul terlalu jauh bila ditempuh dari kota Yogyakarta.
Seperti sebuah ungkapan, "bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian", begitulah kiranya perjalanan ke Pantai Siung. Kesenangan, kelegaan dan kedamaian baru bisa dirasakan ketika telah sampai di pantai. Birunya laut dan putihnya pasir yang terjaga kebersihannya akan mengobati raga yang lelah.Tersedia sejumlah rumah-rumah kayu di pantai, tempat untuk bersandar dan bercengkrama sambil menikmati indahnya pemandangan.
Satu pesona yang menonjol dari Pantai Siung adalah batu karangnya. Karang-karang yang berukuran raksasa di sebelah barat dan timur pantai memiliki peran penting, tak cuma menjadi penambah keindahan dan pembatas dengan pantai lain. Karang itu juga yang menjadi dasar penamaan pantai, saksi kejayaan wilayah pantai di masa lampau dan pesona yang membuat pantai ini semakin dikenal, setidaknya di wilayah Asia.
Sebenarnya masih banyak lagi tempat wisata alam yang keren di Yogyakarta. tapi kali ini aku hanya post pantainya aja ya. jika kalian singgah di Yogyakarta.bolehlah main main di pantainya Yogya hehe
Selanjutnya aku akan kasih tau makanan khas dari kota Istimewa ini.
1. Gudeg
Sangat sukar untuk mengatakan gudeg mana yang terenak di Jogja. Kuliner wajib khas Jogja yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan ini memang sangat populer karena rasanya yang lezat. Ada tiga jenis gudeg, yaitu gudeg basah, gudeg kering, dan gudeg manggar. Gudeg basah adalah gudeg yang disajikan dengan kuah santan nyemek yang gurih. Sedangkan gudeg kering dimasak dalam waktu yang lebih lama hingga kuahnya mengering dan warnanya lebih kecoklatan dengan rasa yang lebih manis. Sementara gudeg manggar adalah terbuat dari bunga kelapa. Namun gudeg manggar ini tidak terlalu mudah ditemukan. Salah satu gudeg yang terkenal di Jogja adalah gudeg pawon yang dijual pada saat tengah malam.
Begitulah Yogyakartaku. kota yang paling aman dan tetap istimewa dihati,
Wujud cagar budaya yang masih dipergunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu Indonesia
DIY mempunyai beragam potensi budaya, baik budaya yang tangible (fisik) maupun yang intangible (non fisik). Potensi budaya yang tangible antara lain kawasan cagar budaya dan benda cagar budaya sedangkan potensi budaya yang intangible seperti gagasan, sistem nilai atau norma, karya seni, sistem sosial atau perilaku sosial yang ada dalam masyarakat.
DIY memiliki tidak kurang dari 515 Bangunan Cagar Budaya yang tersebar di 13 Kawasan Cagar Budaya. Keberadaan aset-aset budaya peninggalan peradaban tinggi masa lampau tersebut, dengan Kraton sebagai institusi warisan adiluhung yang masih terlestari keberadaannya, merupakan embrio dan memberi spirit bagi tumbuhnya dinamika masyarakat dalam berkehidupan kebudayaan terutama dalam berseni budaya dan beradat tradisi. Selain itu, Provinsi DIY juga mempunyai 30 museum, yang dua di antaranya yaitu Museum Ullen Sentalu dan Museum Sonobudoyo diproyeksikan menjadi museum internasional
Meski sudah berdiri gedung-gedung yang tinggi. namun Yogya tetaplah Yogya yang menawarkan sejuta ketenangan. Apa saja sih yang menarik tentang Yogya? Yuk kita intip wisata alam Yogya. Yang pasti keren dan indah.
1. Pantai Ngelambor
Ganasnya ombak pantai-pantai di selatan Jogja sering kali membuat orang bergidik ngeri dan segan untuk mendekati. Ombak yang datang berkejaran dari arah lautan luas seolah berlomba menghalau agar kita tak mendekati airnya. Tak seperti pantai-pantai di sisi utara Jawa yang lebih ramah, tepian daratan yang langsung menyapa luasnya Samudera Hindia ini bukan tempat sesuai untuk menikmati asyiknya berenang di air asin atau serunya snorkeling menyaksikan keindahan panorama bawah laut bersama ikan-ikan kecil. Hingga kita terpaksa harus puas bermain air di pinggiran, di tempat buih-buih lautan mulai menghilang. Namun ketika YogYES berkunjung ke Pantai Nglambor, berenang dan snorkeling di pantai selatan yang tadinya terasa tak mungkin, nyatanya bisa dilakukan.
Trekking sekitar lima belas menit dari tempat parkir menjadi pilihan YogYES untuk mengakhiri tiga jam perjalanan terguncang-guncang di atas kendaraan. Medan yang terlalu berbahaya dengan jalanan menukik curam mengharuskan kami berjalan kaki atau menyewa jasa ojek berpengalaman daripada membawa kendaraan hingga ke dekat pantai sendirian.
Melewati celah pagar tanaman pandan laut (Pandanus tectorius), kami sampai di bibir pantai. Segerombolan anak muda dengan jaket pelampung berwarna jingga menyala lengkap dengan peralatan snorkel lainnya, terlihat antusias dan tak sabar ingin segera berenang dan menyelam di perairan dangkal. Kawasan Pantai Nglambor merupakan salah satu destinasi snorkeling di kawasan pesisir selatan Jogja yang memiliki panorama dasar laut menakjubkan dengan ragam terumbu karang dan biota laut. Ikan jenis Sergeant Major, Jambrong dan beberapa ikan kecil lainnya adalah penghuni tetap yang terlihat sering berenang bergerombol atau bermain petak umpet di celah-celah terumbu karang.
Pemandangan cantik yang tertutup ombak ini sangat dijaga oleh masyarakat sekitar Pantai Nglambor. Bahkan kawasan pantai ini merupakan daerah budidaya beberapa jenis ikan serta lokasi konservasi terumbu karang dan biota laut lainnya. Tradisi upacara sedekah laut Ngalangi pun juga dilakukan di pantai ini. "Ngalangi" dalam bahasa Jawa berarti menghalangi atau melarang. Masyarakat sekitar pantai Nglambor melarang siapapun untuk menangkap ikan di kawasan pantai kecuali sekali dalam setahun, di luar musim pemijahan ikan. Prosesi penangkapan ikan pun hanya bisa dilakukan dengan menggunakan gawar, semacam jaring dari akar pohon wawar yang dipancangkan dan dihalau bersama-sama ke laut oleh masyarakat setempat.
Seolah tak mau kalah, alam pun turut menjaga dan mempertahankan keelokan akuarium semesta ini dengan memerintahkan dua karang kura-kura raksasa untuk berpatroli menjaga pantai. Dengan gagah "Watu Kalong" dan "Watu Kuntul" menjinakkan ombak-ombak garang agar tak terlalu keras memukul bibir pantai. Keberadaan dua karang kura-kura raksasa inilah yang membuat terumbu karang Pantai Nglambor tidak rusak dihempas gelombang, sekaligus aman untuk snorkeling.
2. Pantai Drini
roma laut mulai tercium saat YogYES menyusuri jalanan mulus di pinggiran , pertanda kami semakin dekat dengan pantai. Dua jam berkendara dari Jogja terbayar lunas ketika kami tiba di Pantai Drini. Matahari belum lagi garang, masih berbaik hati melukis langit biru, menjadikannya latar untuk hamparan pasir putih. Sementara sebuah pulau karang mengapung kesepian di tengah samudera.
Pantai Drini menjadi salah satu pantai istimewa di pesisir karena sebuah pulau kecil di tengahnya, membagi pantai menjadi dua bagian. Konon di pulau tersebut banyak ditumbuhi santigi (Pemphis acidula), atau masyarakat di sini biasa menyebutnya drini. Itulah kenapa pantai dan pulau ini diberi nama drini. Bila laut sedang surut, kita bisa pergi ke pulau. Tak perlu menjadi climber untuk memanjat karang, karena tangga beton rela dipijak demi mengantar kita ke atas. Dari sini, pandangan kita bisa menyisir seluruh Pantai Drini, melihat gunungan alang-alang atap gazebo hingga deretan perahu nelayan. Semua tampak mungil, seperti miniatur bikinan kurcaci. Kini, tak ada lagi pohon drini, yang ada hanyalah pandan laut (Pandanus tectorius) memenuhi setiap jengkal tanah, berebut hidup dengan rerumputan. Saat YogYES ke sana, ada seorang bapak tua asyik nembang Jawa sambil mencari rumput untuk pakan ternak. Terdengar seperti seorang penyanyi yang diiringi musik orkestra alam. Ah, betapa damainya...
3. Pantai siung
Pantai Siung terletak di sebuah wilayah terpencil di Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya sebelah selatan kecamatan Tepus. Jaraknya sekitar 70 km dari pusat kota Yogyakarta, atau sekitar 2 jam perjalanan. Menjangkau pantai ini dengan sepeda motor atau mobil menjadi pilihan banyak orang, sebab memang sulit menemukan angkutan umum. Colt atau bis dari kota Wonosari biasanya hanya sampai ke wilayah Tepus, itupun mesti menunggu berjam-jam.
Stamina yang prima dan performa kendaraan yang baik adalah modal utama untuk bisa menjangkau pantai ini. Maklum, banyak tantangan yang mesti ditaklukkan, mulai dari tanjakan, tikungan tajam yang kadang disertai turunan hingga panas terik yang menerpa kulit saat melalui jalan yang dikelilingi perbukitan kapur dan ladang-ladang palawija. Semuanya menghadang sejak di Pathuk (kecamatan pertama di Gunung Kidul yang dijumpai) hingga pantainya.
Seolah tak ada pilihan untuk lari dari tantangan itu. Jalur Yogyakarta - Wonosari yang berlanjut ke Jalur Wonosari - Baron dan Baron - Tepus adalah jalur yang paling mudah diakses, jalan telah diaspal mulus dan sempurna. Jalur lain melalui Yogyakarta - Imogiri - Gunung Kidul memiliki tantangan yang lebih berat karena banyak jalan yang berlubang, sementara jalur Wonogiri - Gunung Kidul terlalu jauh bila ditempuh dari kota Yogyakarta.
Seperti sebuah ungkapan, "bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian", begitulah kiranya perjalanan ke Pantai Siung. Kesenangan, kelegaan dan kedamaian baru bisa dirasakan ketika telah sampai di pantai. Birunya laut dan putihnya pasir yang terjaga kebersihannya akan mengobati raga yang lelah.Tersedia sejumlah rumah-rumah kayu di pantai, tempat untuk bersandar dan bercengkrama sambil menikmati indahnya pemandangan.
Satu pesona yang menonjol dari Pantai Siung adalah batu karangnya. Karang-karang yang berukuran raksasa di sebelah barat dan timur pantai memiliki peran penting, tak cuma menjadi penambah keindahan dan pembatas dengan pantai lain. Karang itu juga yang menjadi dasar penamaan pantai, saksi kejayaan wilayah pantai di masa lampau dan pesona yang membuat pantai ini semakin dikenal, setidaknya di wilayah Asia.
Sebenarnya masih banyak lagi tempat wisata alam yang keren di Yogyakarta. tapi kali ini aku hanya post pantainya aja ya. jika kalian singgah di Yogyakarta.bolehlah main main di pantainya Yogya hehe
Selanjutnya aku akan kasih tau makanan khas dari kota Istimewa ini.
1. Gudeg
Sangat sukar untuk mengatakan gudeg mana yang terenak di Jogja. Kuliner wajib khas Jogja yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan ini memang sangat populer karena rasanya yang lezat. Ada tiga jenis gudeg, yaitu gudeg basah, gudeg kering, dan gudeg manggar. Gudeg basah adalah gudeg yang disajikan dengan kuah santan nyemek yang gurih. Sedangkan gudeg kering dimasak dalam waktu yang lebih lama hingga kuahnya mengering dan warnanya lebih kecoklatan dengan rasa yang lebih manis. Sementara gudeg manggar adalah terbuat dari bunga kelapa. Namun gudeg manggar ini tidak terlalu mudah ditemukan. Salah satu gudeg yang terkenal di Jogja adalah gudeg pawon yang dijual pada saat tengah malam.
2. Oseng Mercon Bu Narti
Mendengar namanya pun kita sudah dapat
membayangkan pedasnya. Begitu pedasnya hingga terasa panas meledak di
mulut. Oseng-oseng ini merupakan daging sapi, kikil, gajih, kulit, dan
tulang muda yang dioseng-oseng dengan cabe rawit. Bagi para pencinta
pedas, oseng mercon ini luar biasa enaknya saat disantap dengan nasi
putih panas. Keringat bercucuran dan lidah terbakar tidak bakalan
membuat kapok menyantap oseng mercon ini. Oseng mercon yang sangat
terkenal di Jogja adalah Oseng Mercon Bu Narti di sebuah warung tenda di Jalan KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta.
3. Sate Klathak Pak Pong
Para penggemar sate yang sedang berada di Jogja wajib mencicipi sate klathak Pak Pong.
Sate klathak sedikit berbeda dengan sate umumnya. Daging kambing yang
dipotong kecil-kecil ditusuk dengan menggunakan jerusi besi sepeda.
Jeruji besi ini menjadi penghantar panas yang baik sehingga daging
matang hingga ke dalam. Bumbunya pun bukan menggunakan kecap seperti
sate kambing umumnya. Bumbu yang dipakai hanyalah garam dengan sedikit
ketumbar. Rasanya akan lebih nikmat lagi saat Anda menyantapnya bersama
nasi putih yang telah disiram kuah gulai. Para penggemar pedas tinggal
menambahkan irisan cabe rawit segar. Warung Sate Klathak Pak Pong berada
di Jalan Imogiri Timur, Bantul, Yogyakarta.
4. Brongkos
Sayur brongkos – atau jangan brongkos
sebagaimana orang Jawa biasa menyebutnya – merupakan masakan sayur
warisan leluhur yang masih terjaga hingga hari ini. Konon, brongkos ini
pun merupakan makanan favorit Sri Sultan Hamengkubuwono X. Brongkos ini
terbuat dari tahu, tempe, dan kacang tolo yang dipadukan dengan kuah
santan kental dan kaldu daging segar. Kuahnya berwarna hitam karena
menggunakan keluwak. Rasa manis, gurih, dan pedas berpadu dengan apik
menghasilkan rasa yang sangat lezat. Brongkos yang terkenal di Jogja
adalah Brongkos Bu Padmo di di Tempel, Sleman (di bawah jembatan Krasak) dan brongkos dari RM Handayani di dekat alun-alun selatan.
5. Angkringan Lik Man
Saat ini ada ratusan atau bahkan ribuan
angkringan di kota Jogja. Namun, belum banyak yang tahu bahwa angkringan
di Jogja dipelopori oleh Mbah Pairo, seorang pendatang dari Cawas,
Klaten pada tahun 1950-an. Mbah Pairo datang ke Jogja untuk mengadu
nasib. Usaha angkringan Mbah Pairo ini lalu diteruskan
oleh Lik Man putranya di tahun 1969. Lambat laun usaha ini pun kian
menjamur. Namun, tak berlebihan bila dikatakan angkringan yang paling
terkenal di Jogja adalah angkringan Lik Man. Menu andalannya adalah nasi
kucing, yaitu nasi putih polos yang diberi oseng tempe, oseng teri,
atau sambel serta dibungkus dengan daun pisang. Tersedia juga berbagai
macam sate seperti sate usus, sate telur puyuh, sate kerang, sate jamur,
sate ayam dan berbagai gorengan. Minumannya yang sangat terkenal adalah
kopi joss, yaitu kopi panas yang dicelupkan arang panas yang masih membara.
Begitulah Yogyakartaku. kota yang paling aman dan tetap istimewa dihati,
Wonderful of Sengkaling
Enjoy the holidays with the family would be a valuable experience unforgettable. Moreover, if the attraction you visit offers a variety of enjoyable facilities. In Malang, there is a family tourist destination that unfortunately if you miss. This place is quite popular among the people of Malang and always crowded. Want to know?
Sengkaling depanCobalah visit Sengkaling Recreation Park. This attraction is located at Jl. Raya Mulyoagung No. 188, District Dau, Malang regency, or is about 10 km from the center of the city of Malang. Sengkaling overall area is about 9 hectares, including 6 hectares of the park and the trees were soothing.
Sengkaling Recreation Park was first established in 1950 by a Dutch citizen named Mr. Coolman. 1975 to early May 2013, the management Sengkaling Recreation Park was taken over by PT. Bentoel Group. At the beginning of the operation, the park is only for employees of PT. Bentoel and eventually opened to the public. Since May 2013 last Sengkaling its management was taken over by the University of Muhammadiyah Malang (UMM). The plan ahead Sengkaling Recreation Park will be equipped with laboratories and hotels.
The basic concept Sengkaling Recreation Park is a family tourist attractions nuanced nature and highlight water as a primary function. One of the highlights of this tourist spot is the water that comes from natural sources mountains. That said, one of the sources that exist, namely Swimming Tirta Alam, believed to make people stay young. Until this very day there are still many people who believe it.
sengkalingMeskipun not complete parks Jatim Park 1 and Jatim Park 2, Sengkaling have some games that are not less interesting. As for the rides and facilities at this attraction include 5 units swimming pools (hot and cold), 2 units of multipurpose buildings (function room), 13 units of the game (boom-boom car, water bikes, bumper boats, kiddy train, and etc.), 2 units of the restaurant, a large parking yard and shady, fitness center, tennis courts and 2 units. In Sengkaling we can also see some of the animals. There is also an artificial lake with a beautiful panoramic view of shade trees in the vicinity. If you want to enjoy this lake, you can surround it with water using a bicycle or a paddle boat. Restaurants with various menus are also numerous in this recreation park. In addition, Parks Recreation Sengkaling also have supporting facilities such as halls Bougenville Room with a capacity of 700 people. This hall you can rent to hold a wedding, birthday, or other events.
tourist-recreation sengkalingTaman is never empty of visitors, especially on weekends or holidays. Usually in the days of big or long holidays Sengkaling Recreation Park brings musical performances. This attraction is open daily with operating hours from 06.00 to 17.00 pm. Special Saturdays, Sundays and Holidays operates at 06:00 to 20:00 pm.
Recreation Park Sengkaling provides several types of season tickets for the visitors. Regular admission is $ 15,000, not including the price of the tickets for each vehicle. Season tickets for adults are Pinishi package for Rp 30,000. With this ticket, visitors can enjoy several rides such as the mystery ship, water bikes, fishing world, a windmill, a primitive charm, car bombs, Volcano Adventure, Expression Zone, motorboats, snow cave, and the Merry Go Round. Meanwhile, season tickets for children aged 3 years and above, namely Kano package for Rp 25,000. This package includes a lazy river pool primitive charm, bumper cars, motor boats, windmills, Merry Go Round, kiddy train, kiddy kiddy car and plane.
Rekreasi_Sengkaling_4Lokasinya located right on the edge of the highway that connects the city of Malang and Batu make this attraction is easily accessible by private car or public transportation. If using a private vehicle from Surabaya, navigate the vehicle to go to the city of Malang. Until fork Karanglo (Bentoel) straight toward Blimbing, until the T-junction turn right towards the mosque Sabilillah Jl. Soekarno Hatta. Having reached the junction UB bridge turn right towards Sengkaling.
If using public transportation, from the Bus Arjosari Malang can ride a bus to Terminal AL ADL or Landungsari. Arriving at Terminal Landungsari can directly walk towards Sengkaling (approximately 500 m campus III UMM).
Travel in Malang city that you can visit them Batu Night Spectacular (BNS), Recreation Park Selecta Malang, and Kusuma Agro Malang. Tired streets in Malang, you can stop at Griyadi Montana Hotel, Hotel Sahid Montana, Hotel Trio Indah, or Hotel Kartika Graha.
This Gallery in sengkaling
Sengkaling depanCobalah visit Sengkaling Recreation Park. This attraction is located at Jl. Raya Mulyoagung No. 188, District Dau, Malang regency, or is about 10 km from the center of the city of Malang. Sengkaling overall area is about 9 hectares, including 6 hectares of the park and the trees were soothing.
Sengkaling Recreation Park was first established in 1950 by a Dutch citizen named Mr. Coolman. 1975 to early May 2013, the management Sengkaling Recreation Park was taken over by PT. Bentoel Group. At the beginning of the operation, the park is only for employees of PT. Bentoel and eventually opened to the public. Since May 2013 last Sengkaling its management was taken over by the University of Muhammadiyah Malang (UMM). The plan ahead Sengkaling Recreation Park will be equipped with laboratories and hotels.
The basic concept Sengkaling Recreation Park is a family tourist attractions nuanced nature and highlight water as a primary function. One of the highlights of this tourist spot is the water that comes from natural sources mountains. That said, one of the sources that exist, namely Swimming Tirta Alam, believed to make people stay young. Until this very day there are still many people who believe it.
sengkalingMeskipun not complete parks Jatim Park 1 and Jatim Park 2, Sengkaling have some games that are not less interesting. As for the rides and facilities at this attraction include 5 units swimming pools (hot and cold), 2 units of multipurpose buildings (function room), 13 units of the game (boom-boom car, water bikes, bumper boats, kiddy train, and etc.), 2 units of the restaurant, a large parking yard and shady, fitness center, tennis courts and 2 units. In Sengkaling we can also see some of the animals. There is also an artificial lake with a beautiful panoramic view of shade trees in the vicinity. If you want to enjoy this lake, you can surround it with water using a bicycle or a paddle boat. Restaurants with various menus are also numerous in this recreation park. In addition, Parks Recreation Sengkaling also have supporting facilities such as halls Bougenville Room with a capacity of 700 people. This hall you can rent to hold a wedding, birthday, or other events.
tourist-recreation sengkalingTaman is never empty of visitors, especially on weekends or holidays. Usually in the days of big or long holidays Sengkaling Recreation Park brings musical performances. This attraction is open daily with operating hours from 06.00 to 17.00 pm. Special Saturdays, Sundays and Holidays operates at 06:00 to 20:00 pm.
Recreation Park Sengkaling provides several types of season tickets for the visitors. Regular admission is $ 15,000, not including the price of the tickets for each vehicle. Season tickets for adults are Pinishi package for Rp 30,000. With this ticket, visitors can enjoy several rides such as the mystery ship, water bikes, fishing world, a windmill, a primitive charm, car bombs, Volcano Adventure, Expression Zone, motorboats, snow cave, and the Merry Go Round. Meanwhile, season tickets for children aged 3 years and above, namely Kano package for Rp 25,000. This package includes a lazy river pool primitive charm, bumper cars, motor boats, windmills, Merry Go Round, kiddy train, kiddy kiddy car and plane.
Rekreasi_Sengkaling_4Lokasinya located right on the edge of the highway that connects the city of Malang and Batu make this attraction is easily accessible by private car or public transportation. If using a private vehicle from Surabaya, navigate the vehicle to go to the city of Malang. Until fork Karanglo (Bentoel) straight toward Blimbing, until the T-junction turn right towards the mosque Sabilillah Jl. Soekarno Hatta. Having reached the junction UB bridge turn right towards Sengkaling.
If using public transportation, from the Bus Arjosari Malang can ride a bus to Terminal AL ADL or Landungsari. Arriving at Terminal Landungsari can directly walk towards Sengkaling (approximately 500 m campus III UMM).
Travel in Malang city that you can visit them Batu Night Spectacular (BNS), Recreation Park Selecta Malang, and Kusuma Agro Malang. Tired streets in Malang, you can stop at Griyadi Montana Hotel, Hotel Sahid Montana, Hotel Trio Indah, or Hotel Kartika Graha.
This Gallery in sengkaling
Academy of Nursing. Universitas Muhammadiyah Malang
Program Diploma III
Keperawatan UMM mengantongi akreditasi baik dari Kementerian Kesehatan
maupun Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Dosen
pada prodi ini berkualifikasi Magister Spesialis Keperawatan
Maternity, Community, Infant and Children, Management, Medical
Surgical serta Mental Health lulusan perguruan tinggi ternama dalam
dan luar negeri.
Alumni D-3 Keperawatan
tersebar di seluruh Indonesia, wilayah Timur Tengah dan Asia Tenggara
yang bekerja di Rumah Sakit Nasional dan Rumah Sakit Internasional,
instansi kesehatan pemerintah maupun swasta serta
perusahaan-perusahaan dan unit-unit kesehatan sekolah.
Kurikulum diup-date secara
berkala mengikuti perkembangan mutakhir bidang keperawatan dengan
beban studi 119 SKS dan masa pendidikan 3 tahun. Mahasiswa juga
memperoleh penambahan muatan bahasa asing 16 SKS setara Diploma I.
Dukungan perpustakaan dan laboratorium yang nyaman dan lengkap serta
kerjasama dengan rumah sakit terkemuka semakin menjadikan Program D-3
mantap meluluskan Ahli Madya Keperawatan yang siap kerja dan siap
menghadapi persaingan global.
Sejak
awal berdiri fasilitas pembelajaran yang dimiliki Program Diploma III
Keperawatan UMM sudah lengkap meskipun jumlah terbatas sehingga dalam
proses pembelajaran tidak mengalami hambatan, dan pada proses
pembelajaran berikutnya, Program D-III Keperawatan UMM bekerjasama
dengan Akademi Keperawatan Departemen Kesehatan RI Malang untuk mengampu
beberapa mata ajaran tertentu, serta tenaga-tenaga keperawatan senior
yang ada di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang (yang sekaligus sebagai
lahan Praktek) juga dari rumah sakit lain, sehingga jumlah tenaga dosen
tidak tetap pada 2 (dua) tahun berikutnya kurang lebih 22 orang, sesuai
dengan spesifikasinya.
Dua
tahun berikutnya, Program D-III Keperawatan UMM mengalami masa
pergantian kepemimpinan yang pertama dan mendapat perpanjangan ijin
penyelenggaraan kembali selama masa 2 (dua) tahun berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : HK. 00.06.1.1 2350, tanggal 14
Juli 1995, berdasarkan pertimbangan bahwa pengelolaan / penyelenggaraan
pendidikan Program Diploma III Keperawatan UMM dinilai cukup baik dan
ada upaya untuk selalu mengembangkan fungsinya baik untuk mencukupi
tenaga pengajar maupun sarana dan prasarana pendidikan. Berdasarkan surat keputusan itu pula pada tahun 1996, alokasi penerimaan mahasiswa baru mendapat penambahan sejumlah 50 orang.
Pada
tahun 1996, berdasarkan kebijaksanaan Rektorat, Program Diploma III
Keperawatan pindah ke kampus II UMM Jl. Bendungan Sutami 188 A, yang
sesuai perencanaan berikutnya akan dijadikan pusat pendidikan kesehatan.
Pada tahun ini pula Program Diploma III Keperawatan meluluskan angkatan
pertama sejumlah 38 mahasiswa
Pada
tahun 1997, Program Diploma III Keperawatan, berdasarkan Surat
Keputusan Kepala Pusat Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan Nomor : HK.
00.06.4.3.3704 , mendapatkan penetapan strata akreditasi jenjang
strata B dengan nilai 81,11, sehingga pada tahun yang sama mendapatkan
kembali ijin penyelenggaraan sementara dalam kurun waktu yang meningkat
menjadi 4 (empat) tahun dan alokasi peserta didik sejumlah 60 (enam
puluh) mahasiswa. Ijin penyelenggaraan pendidikan tersebut berdasarkan
surat keputusan Menteri Kesehatan RI nomor : HK.00.06.1.1.3907 yang
tertanggal 3 Desember 1997.
Pada
tahun 1998 dan 1999, karena perkembangan Program D III Keperawatan
semakin menunjukkan peningkatan, maka setiap tahunnya berhak menerima
mahasiswa sejumlah 80 (delapan puluh) orang dalam 2 kelas reguler,
bahkan sebenarnya berdasarkan jenjang strata yang diperoleh seharusnya
sudah bisa menjadi pengampu Program Khusus, namun baru pada tahun 1999,
Program D III Keperawatan menyediakan diri sebagai pengampu Program
Khusus Keperawatan dari Rumah Sakit Jiwa Lawang, disusul dari Badan
Rumah Sakit Daerah Kabupaten Malang dan Rumah Sakit Islam Aisiyah
Malang, tahun 2003 Program D-3 keperawatan UMM masih mengampu Program
Kelas Khusus Badan Rumah Sakit Daerah Kabupaten Malang, hingga 3
angkatan sampai sekarang.
Pada
tahun 2001, berdasarkan surat keputusan Menteri Kesehatan dan
Kesejahteraan Sosial RI Nomor : HK.00.06.1.1.02006, tanggal 6 Juli 2001,
Program D III Keperawatan mendapatkan perpanjangan ijin penyelenggaraan
pendidikan kembali selama masa 4 (empat) tahun, dan berdasarkan surat
keputusan Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan,
Nomor : HK.00.06.2.2.3003, tanggal 16 Agustus 2002 , mendapatkan
penetapan strata akreditasi jenjang strata A dengan nilai : 90.00, yang
berlaku selama 5 (lima) tahun, dan berikutnya berhak untuk menerima
mahasiswa baru sejumlah 100 orang . Pada tahun yang sama pula ditetapkan
perubahan penggunaan kurikulum 1984 menjadi kurikulum Nasional tahun
1999, berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor :
HK.00.SJ.SK.VIII.1205 tanggal 25 Oktober 2001, yang diberlakukan bagi
seluruh institusi D III Keperawatan di seluruh Indonesia.
Selain
itu juga sudah mendapatkan ijin dari Departemen Pendidikan Nasional
Nomor: 45/D/O/2007 tanggal 29 Maret 2007, sehingga Program Studi ini
telah mendapatkan pengakuan dari Departemen Pendidikan Nasional dan
Departemen Kesehatan untuk mencetak tenaga keperawatan yang profesional.
Pada tahun 2008 berdasarkan surat keputusan Kepala Pusat Pendidikan
Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan, Nomor: HK.00.03.2.2.0154, tanggal
30 Januari 2008, mendapatkan penetapan strata akreditasi jenjang strata
A (nilai 90,06) yang berlaku selama 5 (lima ) tahun, dan berhak
menerima mahasiswa baru sejumlah 100 orang. Pada bulan Oktober tahun
2010 telah dilakukan visitasi akreditasi oleh BAN PT dengan nilai B.
Program
Diploma III Keperawatan telah mencapai usia 17 tahun. Perkembangan
Program Diploma III Keperawatan semakin pesat, telah terjadi pergantian
kepemimpinan yang ke-lima dan jumlah staf tenaga pengajar keperawatan
kurang lebih 22 orang, dengan latar belakang pendidikan terdiri atas 18
dosen lulusan Strata 1 Keperawatan, 1 dosen Spesialis Keperawatan
Komunitas dan 1 dosen spesialis Keperawatan Maternitas (Kebidanan), dan
sedang menyiapkan staf untuk studi S2 Keperawatan
Jaringan
kerjasama yang dibina juga semakin luas diantaranya dengan Rumah Sakit
dr. Saiful Anwar, Rumah Sakit Islam Aisiyah Malang, Rumah Sakit Paru
Batu, Rumah Sakit Umum Daerah Wlingi, Rumah Sakit Kanjuruhan Kepanjen
Malang dan Dinas Kesehatan Kota maupun Kabupaten, Rumah Sakit Jiwa Pusat
Lawang, dan Rumah Sakit Umum Pasuruan. Dengan semakin berkembangnya
pelayanan kesehatan maka akan diperluas juga jaringan kerja sama
termasuk untuk memfasilitasi peluang kerja bagi lulusan. Kerjasama
dengan Dinas Pendidikan Kota Malang dalam rangka Pengembangan Pelayanan
UKS di Kota Malang.
Visi :
Visi Program Diploma 3
Keperawatan UMM adalah : menjadi Program Diploma 3 Keperawatan yang
terkemuka dan berkeunggulan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi,
dan keterampilan keperawatan serta keimanan dan ketaqwaan dalam upaya
mengembangkan wacana keilmuan dan keislaman.
Misi :
Misi Program Diploma 3 Keperawatan UMM adalah :
-
Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang keperawatan dengan kemampuan dasar tambahan dalam bidang Perawatan Kegawatdaruratan.
-
Menyelenggarakan kerjasama untuk meningkatkan pertumbuhan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan keperawatan dan kelembagaan dengan berbagai pihak.
-
Menyelenggarakan pendidikan yang Islami sehingga menghasilkan lulusan yang beriman dan bertaqwa serta mampu mengamalkan kemampuan akademiknya secara profesional yang Islami.
-
Menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional sehingga menghasilkan lulusan yang mampu mengidentifikasi masalah serta memberikan alternatif pemecahan dengan pendekatan ilmiah sesuai dengan kemajuan teknologi dalam bidang keperawatan.
Tujuan :
Tujuan Program Diploma 3 Keperawatan UMM adalah menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi sebagai berikut :
-
Menguasai dan mengamalkan Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Keperawatan serta Ketrampilan Keperawatan Profesional dengan kemampuan tambahan dalam bidang Perawatan Kegawatdaruratan.
-
Mempunyai sikap dan perilaku sebagai perawat yang berakhlakul kharimah.
-
Memiliki kemampuan dasar untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggris.
Rabu, 21 Oktober 2015
Kampus merah putihku
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah perguruan tinggi swasta terakreditasi "A"
dengan Nomor SK: 074/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013, yang berpusat di
kampus III terpadu Universitas Muhammadiyah Malang, Jalan Raya Tlogomas
246 Kota Malang, Jawa Timur. Universitas yang berdiri pada tahun 1964 ini berinduk pada organisasi Muhammadiyah dan merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di Jawa Timur. UMM termasuk dalam jajaran PTS terkemuka di Indonesia bersama UII dan UMY. Oleh karena didominasi warna dinding putih, UMM sering disebut sebagai kampus putih
UMM merupakan salah satu universitas yang tumbuh cepat, sehingga oleh PP Muhammadiyah diberi amanat sebagai perguruan tinggi pembina untuk seluruh PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) wilayah Indonesia Timur. Program-program yang didisain dengan cermat menjadikan UMM sebagai "The Real University", yaitu universitas yang benar-benar universitas dalam artian sebagai institusi pendidikan tinggi yang selalu komit dalam mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi
Pada sekarang ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menempati 3 lokasi kampus, yaitu kampus I di Jalan Bandung 1, kampus II di Jalan Bendungan Sutami 188 A dan kampus III di Jalan Raya Tlogomas 246. Kampus satu yang merupakan cikal bakal UMM, dan sekarang ini dikonsentrasikan untuk program Pasca Sarjana. Sedangkan kampus II yang dulu merupakan pusat kegiatan utama , sekarang di konsentrasikan sebagai kampus Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Sedangkan kampus III sebagai kampus terpadu dijadikan sebagai pusat sari seluruh aktivitas.
UMM merupakan salah satu universitas yang tumbuh cepat, sehingga oleh PP Muhammadiyah diberi amanat sebagai perguruan tinggi pembina untuk seluruh PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) wilayah Indonesia Timur. Program-program yang didisain dengan cermat menjadikan UMM sebagai "The Real University", yaitu universitas yang benar-benar universitas dalam artian sebagai institusi pendidikan tinggi yang selalu komit dalam mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi
Pada sekarang ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menempati 3 lokasi kampus, yaitu kampus I di Jalan Bandung 1, kampus II di Jalan Bendungan Sutami 188 A dan kampus III di Jalan Raya Tlogomas 246. Kampus satu yang merupakan cikal bakal UMM, dan sekarang ini dikonsentrasikan untuk program Pasca Sarjana. Sedangkan kampus II yang dulu merupakan pusat kegiatan utama , sekarang di konsentrasikan sebagai kampus Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Sedangkan kampus III sebagai kampus terpadu dijadikan sebagai pusat sari seluruh aktivitas.
Tentangku
Semua tentangku, hanya seorang mahasiswi yang akan mewujudkan sebuah mimpi. meraih cita cita dan cinta. dan inilah aku, aku bernama Ekti Demi Pangastuti jurusan d3 keperawatan di Universitas Muhammadiyah Malang. disinilah aku sekarang, yang aku akan mencari ladang ilmu untuk bekal sampaiku menutup mata nanti. Impianku adalah menjadi seseorang yang berdampak bagi sekitar. makanya aku membiasakan dan berharap aku menjadi suka membaca apapun. karna ilmu tiada batas,karena kita bisa berilmu jika membaca. dan satu hal, aku bangga dengan agamaku, aku sangant mencintai keluargaku. dan ALLAH SWT adalah nafasku. aku hanya seseorang yang biasa, tapi aku mau berproses menjadi yang lebih baik. aku punyuka sastra apapun itu. entah sajak ataupun bait lagu. dan aku adalah calon perawat profesional
Sabtu, 10 Oktober 2015
FIKSI
Entah apakah ini fiksi ataukah nyata
Entah apakah khayal atau fatamorgana
Entah apa ku gila atau tak waras
Entah apakah itu dia atau kamu
Sekian lama ruang ini kosong
Tak ada yang kuharap
Semuanya sama saja,berbeda kata namun sama arti
Dan nama itu datang, mulai mengisi hati.
Meminta, mengiba, merayu agarku mendoakanmu
Mendoakanmu di sepertiga malammu
Mebuatku rajin beribadah tuk merayu Allah SWT
Tuhanku..
Tak apa, hanya aku mendoakamu
Tak apa, jika kau tak mengetahuinya
Tak apa, Tak apa
Hanya Allah yang kupercaya..
Entah apakah ini fiksi ataukah nyata
Entah apakah khayal atau fatamorgana
Entah apa ku gila atau tak waras
Entah apakah itu dia atau kamu
Sekian lama ruang ini kosong
Tak ada yang kuharap
Semuanya sama saja,berbeda kata namun sama arti
Dan nama itu datang, mulai mengisi hati.
Meminta, mengiba, merayu agarku mendoakanmu
Mendoakanmu di sepertiga malammu
Mebuatku rajin beribadah tuk merayu Allah SWT
Tuhanku..
Tak apa, hanya aku mendoakamu
Tak apa, jika kau tak mengetahuinya
Tak apa, Tak apa
Hanya Allah yang kupercaya..
Langganan:
Postingan (Atom)



